Serempet Gudal Band Nakal dari Semarang

Serempet Gudal

Kordspirasi.com – Pada awal 2014, ada fenomena kehidupan remaja putri yang masih di bawah umur terjun ke dunia “esek-esek” bebas. Masyarakat menyebut mereka sebagai Kimcil. Entah akronim dari kata apa, yang jelas Kimcil sudah bukan rahasia lagi dalam realitas kehidupan.

Sementara itu, beberapa tahun belakangan negeri tetangga Malaysia beberapa kali mengklaim mereka memiliki produk budaya khas negeri itu. Padahal sejarah membuktikan, produk budaya itu adalah milik Indonesia. Lalu muncullah olok-olok Malingsia.

Nah, Kimcil dan Malingsia itu kemudian diangkat menjadi lagu dengan lirik nakal yang sarat kritik, dikemas dengan kata-kata nakal. Namun, bukan hanya kritik belaka sebab dalam satu lagu ada juga petuah kehidupan. Itulah yang dilakukan band indie dari Semarang, Serempet Gudal.

Nama Serempet Gudal sebenarnya berkesan jorok. Dua kata itu adalah kata bahasa Jawa. Serempet berarti menyerempet, sementara gudal adalah kotoran atau plak yang melekat di gigi. Dari nama grup yang nakal, produk lagu-lagunya tidak jauh dari ndugal dan bengal.

“Setiap orang pasti punya gudal. Nama itu pun kami buat dengan usulan banyak teman. Setiap orang mengusulkan satu nama, kemudian dikopyok, keluarlah nama Serempet Gudal. Semoga rezeki selalu menyerempet kami, seperti gudal yang dimiliki setiap orang,” kata Erry Budi Prasetyo, sang manajer.

Ia menuturkan, semua lirik berasal dari realitas sosial dan politik yang ada di kehidupan sehari-hari. “Bila ada sesuatu yang baru, kami membuat lirik lagu. Aransemen lagu pun kami buat bersama-sama,” ujarnya.

Serempet Gudal memang termasuk genre band yang sarat kritik. Band ini seolah menjadi reinkarnasi dari grup band masa lalu, seperti Pancaran Sinar Petromak (1980-an), Harapan Bangsa (1990-an), Pengantar Minum Racun, The Product Gagal (2000-an), maupun Keroncong Chaos.

Awak band ini adalah musikus cadas. Namun ketika membentuk Serempet Gudal, mereka menanggalkan semua itu dan melebur ke musik baru. Mereka adalah Dimas Xella (vokal), Tilar Febri Pepeb (vokal latar), Alto Bonci (marakas), Gembeng (perkusi), Panji (gendang), Eka Bayi (lead gitar), Enno (bass), Bondan (gitar), Abil Kawul (keyboard), dan Inu Ambon (drum).

LEAVE A REPLY