Anak Band? Permasalahan Inilah Yang Biasanya Dihadapi Bandmu

anak-band

Kordspirasi.com – Menjadi anak band? Salah satu keinginan keren beberapa orang, terutama bagi anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Wajar jika anak band dianggap demikian, karena mereka adalah orang-orang yang diharapkan memiliki kemahiran tertentu dalam bermusik dalam format band. Entah itu skill tingkat dewa, karya-karya fenomenal atau composer lagu handal, itulah yang diharapkan. Seperti contoh Ariel Noah, beberapa cewek teriak-teriak mendengar namanya. Dia adalah salah satu anak band yang paling jago membuat lagu hits di Indonesia. Walau pada kenyataannya, sekarang ini juga banyak anak band dengan kemampuan bermusik pas-pasan, tapi eksis sana-sini. Namun kali ini Kordy tidak akan membahas itu. Kali ini Kordy akan membahas tentang permasalahan dalam band.

Menjadi anak band adalah salah satu keinginan keren beberapa orang, via: www.hdwallpapers.im
Menjadi anak band adalah salah satu keinginan keren beberapa orang, via: www.hdwallpapers.im

Seperti halnya pernikahan yang menyatukan dua insan yang berbeda, band juga memiliki konsep yang hampir samalah. Malah jika kamu ingin membuat band serius, kan juga harus lebih dari dua orang. Membayangkan pernikahan saja banyak konfliknya, apalagi dalam sebuah band. Untuk itu Kordy tertarik menulis tentang ini. Berdasarkan pengalaman Kordy yang ceritanya mantan anak band, hehehe… Kordy ingin mencoba mengidentifikasi apa saja hal-hal yang biasanya bisa menjadikan gagalnya bahtera sebuah band.

1. Cinta Lokasi

Sekarang disini kamu adalah anak band, seorang gitaris band yang melihat vokalismu sedang pacaran dengan drummermu di dalam studio latihan, bagaimana perasaanmu?. Kamu sedang latihan ngeband, sedangkan kedua temanmu itu malah sibuk pacaran. Wajar jika kamu menjadi kesal dengan keadaan seperti itu. Hal seperti itu sering terjadi dalam sebuah band yang di dalamnya ada personil berlawanan jenis. Mereka menemukan kecocokkan satu sama lain, akhirnya memutuskan berpacaran. Sialnya bagi personil lainnya yang karena hal tersebut bisa terganggu aktivitas ngebandnya.

Memang tidak bisa sepenuhnya menyalahkan orang yang pacaran karena siapa yang tahu cinta akan bersemi ketika sering bertemu. Namun yang perlu disadari bersama bahwa jika memutuskan membentuk sebuah band serius tidak boleh ada hal lain yang bisa menggangu band. Apalagi jika ternyata ada personil yang menyimpan perasaan cintanya dan pada saat yang sama ada personil lain juga demikian pada orang yang sama. Maka bisa-bisa merusak hubungan dalam sebuah band. Itulah salah satu anak band.

2. Komitmen

Sama halnya dalam pernikahan, dalam sebuah band yang ingin dijalankan secara serius juga membutuhkan komitmen semua personilnya. Komitmen atau keterikatan ini sangat penting dalam sebuah band. Karena jika kita sudah membentuk sebuah band, harus ada tindakan-tindakan yang mencerminkan keterikatan dalam band. Artinya anak band atau seorang personil band tidak bisa seenaknya sendiri jika sudah tergabung dalam sebuah band.

Berhubungan dengan komitmen, berdasarkan pengalaman Kordy sendiri saat masih jadi anak band, sering ditemui ada anggota band yang belum bisa berkomitmen. Hal-hal seperti sering datang terlambat, malas-malasan mengahafal materi lagu, malas-malasan dalam berlatih dan lain-lain. Sebenarnya jika tidak terlalu sering dilakukan, hal-hal semacam itu tidak membuat masalah, beda cerita jika sudah menjadi kebiasaan. Kamu berlatihan dengan keras bersama teman-temanmu, sedangkan ada personil lainnya yang seenaknya sendiri, ya wajar jika menyulut konflik di bandmu.

3. Kurang Komunikasi Dan Koordinasi

Idealnya jika kamu membentuk band, maka rapat band atau sekedar kumpul dengan personil lain akan menjadi bagian dari anak band. Pada saat bersama, kalian akan merencanakan proyek-proyek keren atau berbagi materi lagu. Saat itu juga, kalian bisa sharing tentang permasalahan band. Kemudian bersama-sama menyelesaikan permasalahan. Namun apa yang terjadi jika ternyata komunikasi dan koordinasi kalian tidak lancar. Ya mungkin tidak sampai satu bulan, band tersebut bisa saja tinggal nama.

Kita bisa lihat band-band tua yang masih eksis sampai sekarang. Mereka bisa bertahan lama karena memiliki komunikasi bagus di dalamnya. Bisa lihat band Slank, band yang sudah ada lebih dari 3 abad ini bisa terus bertahan karena komunikasi yang baik diantara personilnya. Walau dalam perjalannya sudah beberapa kali ganti personil, tapi yang membuat mereka patut menjadi contoh adalah eksistensi tiada matinya.

4. Jenuh

Apa yang membuat kamu tiba-tiba jenuh? Melakukan hal yang sama berulang kali? Tidak bisa berkembang?. Dalam sebuah band, salah satu yang membuat jenuh atau bosan adalah ketika band kamu sudah lama terbentuk, tapi tidak berkembang. Kamu sudah lama ngeband, mengeluarkan banyak waktu, tenaga, dan biaya, tapi ternyata kemajuan bandmu tidak ada. Wajar jika hal semacam itu menjadikan sebuah band bubar. Namun jika demikian, seharusnya kembali lagi ke komitmennya. Harusnya jika sudah berkomitmen, maka ya wajib berlatih keras demi kepentingan band.

5. Ada Orang Ke-Tiga

Orang ke-tiga disini tidak seperti pada hubungan percintaan. Kordy cuma mencoba menganalogikan seperti itu. Saat salah satu personil bandmu ternyata memiliki proyek baru dengan band lain, tidak masalah jika sama-sama bisa menjaga komitmennya. Namun jika ternyata kegiatan pada band yang satunya mengganggu bandmu, maka bisa menjadi masalah.

Mula-mulanya membentuk band lain atau tergabung dengan band lain. Setelah itu, lama-lama ternyata lebih cocok dengan band itu. Hasilnya  keluar dari band terdahulu. Hal semacam itu sering terjadi di dunia band. Namun jika kamu berniat serius bersama bandmu, tentu saja hal semacam itu bukan apa-apa donk.

Sebenarnya wajar dalam sebuah band diwarnai dengan masalah-masalah seperti diatas. Sewajar permasalahan dalam sebuah kelompok. Namun jika kamu ingin serius dalam dunia ini, maka tantangannya cukup menarik. Semoga artikel ini bisa sedikit membantu teman-teman.

LEAVE A REPLY